• 2020-02-12
  • Admin

Produk yang bagus saja belum cukup. Anda perlu memasarkannya dengan efektif agar orang-orang tahu betapa bagusnya produk Anda. Supaya bisa melakukan pemasaran yang efektif, Anda memerlukan perencanaan marketing (marketing plan) yang baik. 

Nah, bagaimana membuat marketing plan yang baik agar tujuan bisnis Anda dapat tercapai? Anda bisa membaca artikel ini dari awal sampai akhir. Kami akan memandu Anda dimulai dari:

  1. Apa itu marketing plan?
  2. Perbedaan strategi marketing dan marketing plan. 
  3. Pentingnya marketing plan. 
  4. Cara membuat marketing plan yang baik. 
  5. Contoh marketing plan. 

Apa itu Marketing Plan?

Marketing plan adalah perencanaan aktivitas marketing untuk mencapai tujuan tertentu selama periode waktu tertentu. Perencanaan marketing dapat mencakup strategi pemasaran untuk beberapa tim marketing perusahaan, dengan tujuan bisnis yang sama.  

Perbedaan Strategi Marketing dan Marketing Plan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa marketing plan juga berisi strategi pemasaran. Nah, apa perbedaan keduanya?  Agar tidak bingung, Anda bisa melihat tabel di bawah ini untuk tahu perbedaan strategi marketing dan marketing plan.

Strategi MarketingMarketing Plan
Berisi kampanye marketing yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan marketing. Berisi satu atau lebih strategi marketing.
Strategi marketing berfungsi mendapatkan pendapatan lewat kampanye marketing yang sudah dilakukan.Marketing plan berfungsi  untuk menghubungkan semua strategi marketing agar tujuan dan misi perusahaan tercapai. 

Jadi, singkatnya, marketing plan membuat strategi-strategi marketing selaras dengan visi misi perusahaan Anda. Dengan bantuan marketing plan, strategi marketing Anda tidak tumpang tindih dan dapat tersusun dengan baik.

Pentingnya Marketing Plan untuk Bisnis Anda

Membuat perencanaan marketing penting dilakukan baik untuk bisnis baru maupun bisnis yang sudah lama berkembang. Dengan perencanaan pemasaran yang tepat, langkah bisnis Anda jadi lebih jelas, produk Anda akan tepat sasaran, dan bisnis Anda juga punya kesempatan untuk berkembang. 

Beberapa manfaat marketing plan di bawah ini akan meyakinkan Anda tentang pentingnya menyusun perencanaan untuk pemasaran: 

1. Memudahkan Anda menyusun strategi

Membuat rencana pemasaran akan memudahkan Anda dalam penyusunan strategi. Dengan begitu, Anda akan tahu mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak yang perlu dilakukan.

2. Menghindari ketidakjelasan di masa mendatang

Dengan adanya marketing plan, semua anggota tim sudah tahu apa tujuan yang akan dicapai, strategi apa yang akan digunakan, hingga siapa saja yang bertanggung jawab. 

Jadi mulai sekarang, apa pun bisnis yang Anda (akan) jalankan, utamakan marketing plan untuk sukses di depan mata. 

Cara Membuat Marketing Plan yang Baik

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat perencanaan marketing. Siapkan catatan, Anda bisa mulai mencatat susunan rencana bisnis Anda sembari membaca panduan kami.

Untuk memudahkan Anda dalam memahami setiap tahap dalam perencanaan marketing, di bawah ini kami telah menyiapkan satu contoh fiktif. Kami sengaja membuat sebuah bisnis rekaan dengan merek Kopi Bumi, agar Anda bisa langsung belajar cara mengaplikasikan marketing plan ini ke bisnis Anda.

Sebelum mulai ke langkah pertama yaitu visi dan misi bisnis, kami akan membuat ringkasan bisnis fiktif Kopi Bumi ini terlebih dahulu. Agar Anda tahu informasi dasar tentang bisnis Kopi Bumi, serta produk dan layanan apa saja yang ditawarkan.  

Ringkasan: Kopi bumi adalah sebuah bisnis dengan produk kopi yang tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai kemasan. Begitu banyaknya sampah yang muncul akibat bisnis minuman dengan kemasan sekali pakai, melatarbelakangi lahirnya bisnis ini. Kopi Bumi menawarkan cara alternatif agar tetap bisa menikmati kopi di mana pun berada, tanpa harus nyampah dan merusak lingkungan.

Kopi Bumi menjual berbagai macam produk kopi. Baik yang bisa dinikmati di tempat, atau dibawa pulang (take away). Semua produk, termasuk yang untuk take away, tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, Kopi Bumi menggunakan botol kaca. Botol kaca bisa digunakan ulang atau di-reuse menjadi vas bunga, atau apa pun. Kopi bumi juga melayani pelanggan yang ingin membeli kopi dengan membawa tumbler atau tempat sendiri.

1. Menentukan Visi dan Misi Bisnis Anda

Langkah pertama dan yang paling penting dalam membuat marketing plan adalah dengan menentukan visi dan misi bisnis. Dengan visi misi bisnis yang spesifik, diharapkan strategi pemasarannya nanti bisa lebih terarah.

Kopi bumi ingin menunjukkan tujuan bisnisnya dengan menyusun visi dan misi secara rinci, seperti di bawah ini.

Visi Misi Sebuah bisnis

2. Menentukan Target Pasar

Menentukan target pasar penting dilakukan agar Anda bisa menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Dengan target pasar Anda akan lebih fokus dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha.

Target pasar bisa diartikan sebagai siapa yang ingin Anda tarik untuk membeli produk Anda. Salah satu cara yang efektif untuk menentukan target pasar yaitu dengan membuat buyer persona. Buyer persona merupakan representasi dari tipikal target pelanggan bisnis Anda. 

Di bawah ini, Kopi Bumi telah membuat target pasar dan buyer persona yang berisi data demografis: jenis kelamin, umur, lokasi, kepribadian, dan informasi lain terkait calon pembeli.

Target pasar marketing plan

Alangkah baiknya jika Anda mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk membuat buyer persona, agar produk yang Anda tawarkan bisa lebih tepat sasaran.

3. Membuat Strategi Konten

Strategi konten Kopi Bumi

Anda perlu membuat strategi konten agar nantinya konten bisnis yang Anda sajikan ke calon pelanggan tidak hanya berkualitas, tapi juga tepat sasaran. Dengan begitu, Anda dapat menarik pelanggan potensial atau target pasar untuk membeli produk/layanan Anda. Jadi usahakan untuk membuat konten yang sesuai dengan target pasar yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Strategi konten adalah bagian dari strategi bisnis yang bisa Anda masukkan dalam marketing plan. Untuk memudahkan dalam membuat strategi konten, Anda bisa memulainya dengan cara membagi calon pembeli Anda ke dalam tiga tahapan seperti tabel di atas.

Anda perlu membuat strategi konten agar nantinya konten bisnis yang Anda sajikan ke calon pelanggan tidak hanya berkualitas, tapi juga tepat sasaran. Dengan begitu, Anda dapat menarik pelanggan potensial atau target pasar untuk membeli produk/layanan Anda. Jadi usahakan untuk membuat konten yang sesuai dengan target pasar yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Strategi konten adalah bagian dari strategi bisnis yang bisa Anda masukkan dalam marketing plan. Untuk memudahkan dalam membuat strategi konten, Anda bisa memulainya dengan cara membagi calon pembeli Anda ke dalam tiga tahapan seperti tabel di atas.

  • Awareness. Di tahap ini calon pembeli menyadari tentang keinginan atau kebutuhan akan sebuah produk/ layanan. Mereka biasanya mulai mencari tahu informasi tentang sebuah produk/layanan di mesin pencari. 

Untuk tahapan ini, Anda bisa membuat konten seperti: blog post yang edukatif, e-book, dan laporan analisis atau penelitian.  

  • Consideration. Di tahap ini calon pembeli mulai menimbang-nimbang produk/layanan apa yang akan mereka pilih. 

Sehingga, di tahap ini, Anda bisa membuat konten seperti: sebuah panduan ahli, video atau blog post tentang perbandingan suatu produk, atau live interaction di media sosial.  

  • Decision. Di tahap yang terakhir ini, calon pembeli telah memutuskan produk/layanan apa yang mereka ambil. Mereka kemudian juga mencari tahu bagaimana cara mendapatkan produk/layanan tersebut. 

Di tahap ini, Anda bisa menawarkan konten seperti case studies, tutorial, kelebihan dan kekurang sebuah produkreview testing produkpromo diskon, dan sebagainya

Setelah membagi konten ke tiga kategori tadi, Anda bisa mulai menetapkan strategi konten Anda yang lain, seperti:

  • Tipe konten.

Tentukan tipe konten apa saja yang akan Anda buat. Apakah itu blog posts, infografik, ebook, atau video YouTube. 

  • Berapa banyak konten yang akan dibuat

Anda bisa membuat konten harian, mingguan, bulanan, atau bahkan 3 bulanan. Semuanya bisa disesuaikan dengan alur kerja dan target jangka pendek yang sudah Anda terapkan untuk konten Anda. 

  • Channel apa yang akan digunakan untuk mendistribusi konten. 

Beberapa channel populer yang bisa Anda gunakan yaitu: YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.

4. Kenali Siapa Kompetitor Anda

Mengenali siapa pesaing Anda adalah salah satu bagian dari perencanaan pemasaran yang penting. Kenapa? Karena dengan cara ini Anda dapat mengetahui trend apa yang ada di industri Anda. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan strategi dan kampanye bisnis Anda dengan trend yang sedang berlangsung tadi.

Di bawah ini adalah contoh daftar kompetitor Kopi Bumi. Jika dilihat dari tabel di bawah, rata-rata bisnis ketiga kompetitor tersebut hanya memiliki 2 atau 3 channel marketing. Dan juga, mereka masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Sehingga, dari daftar di bawah ini, kita bisa ambil kesimpulan. Yang pertama, Kopi Bumi masih jadi satu-satunya brand kopi yang ramah lingkungan di Jogja. Yang kedua, agar bisa menang dari ketiga kompetitor tersebut, Kopi Bumi harus: memiliki channel marketing yang lebih banyak, mempunyai layanan drive thru, dan menambah jumlah outlet. Dengan catatan, kualitas produknya tidak kalah dengan produk kompetitor. 

Contoh kompetitor di marketing plan

Ada beberapa cara jitu untuk bisa mengenali siapa kompetitor bisnis Anda, yaitu:

  • Menjadi customer bayangan. Cara ini bisa dibilang paling ampuh. Anda bisa membeli produk kompetitor, setelah itu analisis produk dan layanannya. Cari tahu apa istimewanya produk atau layanan kompetitor. Kemudian Anda bisa tiru dan modifikasi agar produk dan layanan Anda lebih bagus.  
  • Stalking channel-channel marketingnya. Mulai dengan jadi follower di media sosial kompetitor dan subscribe email marketingnya. Pelajari juga konten blognya. Lalu buatlah konten yang lebih baik dari kompetitor.
  • Gali informasi dari konsumen. Temukan pelanggan setia kompetitor Anda. Sebagai pelanggan setia tentu mereka paham kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda. Cari tahu kenapa ia memilih kompetitor dan tidak memilih produk Anda.

Contoh jobdesk tim untuk bisnis

6. Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing Plan Bisnis Anda

Contoh key performance indicator

Contoh key performance indicator

Semua strategi marketing yang dibuat tentu harus diukur keberhasilannya. Cara mengukurnya yaitu dengan menentukan Key Performance Indicator (KPI). 

KPI atau indikator kinerja adalah metrik yang dapat mengukur berbagai elemen dari kampanye marketing seperti: trafik organik website, trafik media sosial, jumlah produk terjual, dsb. Metriks ini yang membantu Anda untuk membangun tujuan jangka pendek.

Tabel di atas adalah sedikit contoh tentang mengukur performa kinerja Kopi Bumi. Meski produk yang terjual melebihi target, nyatanya Kopi Bumi belum berhasil memenuhi target pelanggan baru di bulan Maret. 

7. Tetapkan Anggaran Marketing Anda

Anggaran Marketing plan

Karena setiap pemasaran membutuhkan biaya, maka penting bagi Anda untuk membuat anggaran marketing. Tabel di atas adalah contoh anggaran marketing Kopi Bumi yang juga bisa Anda jadikan referensi. 

Agar biaya pengeluaran untuk marketing tidak membengkak, Anda bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini:

  • Lihat kembali bisnis yang Anda miliki.

Untuk menentukan anggaran, Anda harus tahu dulu di tahap apa bisnis Anda sekarang. Apakah baru merintis? Atau sudah mapan? Karena anggaran marketing untuk bisnis yang baru saja dimulai dan yang sudah mapan tentu berbeda. Misalnya: untuk usaha yang baru dirintis, tentu pengeluaran akan lebih banyak di bagian membayar desain logo, promosi, membuat website, dan sebagainya.  

  • Buatlah daftar pengeluaran operasional.

Daftar pengeluaran ini misalnya berisi: pajak penjualan, web hosting, honor penulis konten, atau apa pun pengeluaran untuk keperluan bisnismu. Setelah tahu berapa besar pengeluaran di operasional, tentu Anda jadi punya gambaran. Berapa banyak anggaran maksimal yang harus Anda keluarkan untuk pemasaran. 

  • Telusuri jejak pembelian dari pelanggan.

Dengan mengetahui jejak pembelian pelanggan, Anda akan tahu strategi marketing mana yang terbukti lebih efektif dalam penjualan. Sehingga, di strategi marketing itulah Anda bisa menganggarkan lebih banyak.

8. Tentukan Apa yang Tidak Perlu Dikerjakan

Rencana pemasaran tidak hanya berisi apa saja yang harus diperhatikan oleh tim marketing, tapi juga apa yang seharusnya tidak diperhatikan. Jika ada aspek lain dari bisnis Anda yang tidak termasuk dalam layanan Anda, sertakan dalam bagian ini. 

Dengan menentukan apa yang tidak perlu dikerjakan, Anda bisa fokus pada visi dan misi yang sudah ditetapkan di awal. Sehingga, semua kampanye marketing yang akan Anda lakukan lebih terarah. Target juga bisa dicapai dengan cepat.

Hal yang tidak perlu dilakukan dalam bisnis

Jadi, jangan lupa untuk membuat list hal-hal yang tidak perlu dilakukan agar seluruh tim Anda tahu mana yang tidak perlu dilakukan. 

9. Gunakan Marketing Tool

Setelah mengikuti cara-cara membuat perencanaan di atas, kini saatnya Anda menggunakan marketing tool.  Marketing tool memang tidak secara langsung termasuk dalam marketing plan, tapi tetap penting karena dapat digunakan untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis. 

Ada berbagai macam aplikasi digital marketing yang bisa Anda gunakan untuk mengelola bisnis Anda. Berikut beberapa marketing tool yang bisa Anda gunakan untuk membantu menjalankan bisnis:

  • Canva– membuat desain grafis untuk kebutuhan marketing.
  • Trello— mencatat dan mengelola to-do-lists, yang bisa juga dibagikan ke sesama rekan kerja.
  • Mailchimp– membuat berbagai kampanye, mengirimkannya ke pelanggan, kemudian melihat performanya.  
  • SociaBuzz — mencari influencers untuk diajak berkolaborasi mempromosikan produk Anda.
  • Hootsuite–  mengelola beberapa akun media sosial bersama tim. 
  • SocialMention — mengetahui apa yang dibicarakan netizen tentang topik Anda atau topik yang lain.
  • SEMRush–menyusun strategi marketing berdasar performa kompetitor dan website sendiri.
  • Google Analytics–mendapatkan informasi trafik, penilaian performa, dan gambaran visitor.
BACA JUGA
JASA WEBSITE PROFESIONAL SURABAYA
JASA DIGITAL MARKETING DI SURABAYA
JASA ADMIN SOSIAL MEDIA DI SURABAYA
JASA DESAIN GRAFIS PROFESIONAL SURABAYA
APLIKASI SEPERTI LINKTREE


Sebarkan Ini

CHAT VIA WHATSAPP